Megiza Soeharto Asmail
08 November 2017•Update: 09 November 2017
Megiza Asmail
JAKARTA
Pemerintah Indonesia menyatakan tidak akan memblokir aplikasi pesan WhatsApp pasca mengecam konten pornografi yang disediakan oleh jaringan tersebut.
Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan Kementerian Komunikasi dan Informatika memastikan pengelola produk aplikasi pesan yang dikembangkan oleh Facebook itu telah memberi tanggapan atas permintaan pemerintah Indonesia.
“Dua hari ini kami berkomunikasi sangat intensif. Respons Tenor dan Giphy sangat membantu kami disambungkan oleh WhatsApp. Jadi (pemblokiran) itu sudah kami cabut,” kata Semuel di Jakarta, Rabu.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, pihak WhatsApp telah memastikan bakal memenuhi permintaan pemerintah Indonesia untuk memperbaiki konten-konten yang bertentangan dengan hukum di Indonesia.
WhatsApp, kata Semuel, punya waktu 2x24 jam untuk melakukan perbaikan tersebut.
Sejak mendapat kecaman oleh Kemenkominfo pada Senin, pihak ketiga yang menyediakan fitur pesan GIF di jaringan WhatsApp yakni Tenor dan Giphy sudah tidak lagi dapat diakses.
Giphy, yang langsung memberikan tanggapannya dan memastikan dapat dengan cepat membersihkan jaringannya dari konten asusila untuk penguna Indonesia, membuat dia lolos dari target pemblokiran Kemenkominfo.
Sedangkan Tenor, yang baru memberi tanggapan ketika batas waktu peringatan nyaris habis, terpaksa harus mengalami pemblokiran pada enam nama sistem domain mereka oleh Kemenkominfo.
Hingga kini konten dari situs Tenor masih belum dapat diakses di aplikasi WhatsApp. Begitupun dengan enam domain Tenor yang tidak bisa dibuka melalui browser.
Terkait dengan situs Tenor yang masih belum dapat diakses, Kemenkominfo mengatakan masih memantau stabilitas sistem situs tersebut dalam menghilangkan konten porno.
“Tenor sudah membuat fitur konten yang bertentangan dengan undang-undang kita agar tidak bisa lagi diakses di Indonesia,” kata Semuel.