Pizaro Gozali Idrus
22 Desember 2020•Update: 23 Desember 2020
JAKARTA
Indonesia dan Turki sepakat melanjutkan perundingan Indonesia – Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT–CEPA) dan menargetkan selesai pada tahun 2021.
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan IT-CEPA mandat yang diberikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk diselesaikan.
“IT-CEPA berpotensi meningkatkan perdagangan bilateral Indonesia-Turki,” kata Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu di Jakarta pada Selasa.
Menteri Retno menyampaikan IT-CEPA juga menunjukan komitmen kedua negara terhadap sistem perdagangan multilateral yang terbuka, adil dan bebas, serta upaya bersama mendukung pemulihan ekonomi pascapandemi.
Kerja sama meningkat
Terkait investasi, Menteri Retno menyambut minat investor Turki yang semakin meningkat di Indonesia.
Beberapa proyek yang saat ini sedang dibahas adalah di bidang perkapalan, pertanian, dan infrastruktur.
Menteri Retno juga menyampaikan kepada Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengenai UU Cipta Kerja yang baru saja diberlakukan, yang diyakini dapat menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif bagi investasi Turki di Indonesia.
“Saya juga secara khusus menyoroti pentingnya kerja sama Turki-Indonesia, terutama dalam proyek-proyek infrastruktur di Indonesia dalam skema Public Private Partnership (PPP),” ujar Menteri Retno.
Setelah pertemuan virtual Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Indonesia dengan Menteri Perdagangan Turki Juli lalu, Indonesia, kata Menteri Retno, telah melihat besarnya minat perusahaan konstruksi Turki untuk berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, khususnya pada proyek jalan tol dan bendungan.
Sementara terkait kerja sama di bidang pertahanan dan industri pertahanan, kedua negara telah menyaksikan kemajuan yang signifikan di sektor ini selama dua tahun terakhir ini.
“Saling kunjung antara pejabat dan para ahli di bidang pertahanan dan industri pertahanan telah menunjukkan peningkatan yang signifikan,” ucap Menteri Retno.
Menurut Menteri Retno, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto baru saja mengunjungi Turki minggu lalu.
“Hal ini memperkuat komitmen kedua negara untuk mengembangkan lebih jauh kerja sama pertahanan dan industri pertahanan,” kata Menteri Retno.
Terkait dengan kerja sama teknologi dan industri, sejak Juni lalu, pembicaraan intensif telah dimulai kedua negara untuk bekerja sama di bidang: industri dirgantara, mobil elektrik, tempat peluncuran roket (spaceport building), satelit dan kendaraan peluncur satelit serta teknologi medis dan farmasi.
“Kami mencatat keterlibatan delapan orang tenaga ahli Indonesia dalam tim yang menemukan 320 miliar meter kubik cadangan gas alam di lepas pantai Laut Hitam di Turki pada Agustus tahun ini,” ucap Menteri Retno.
Menteri Retno juga menyampaikan kepada Menlu Cavusoglu kesiapan BUMN Indonesia untuk bekerja sama dan membantu pengembangan industri gas di Turki.