Muhammad Abdullah Azzam
21 Agustus 2019•Update: 23 Agustus 2019
Seyit Aydoğan
TORONTO
Kanada mengutuk serangan udara rezim Suriah Bashar al-Assad yang menargetkan konvoi militer Turki dan warga sipil di Idlib, Suriah.
Kementerian Luar Negeri Kanada merilis via Twitter pernyataan kecaman terhadap rezim Suriah Bashar al-Assad dan Rusia yang melakukan serangan intens ke zona de-eskalasi Idlib.
Pernyataan otoritas Kanada itu mengutuk serangan terhadap konvoi militer Turki di Suriah serta peningkatan kekerasan terhadap warga sipil di sana.
"Rezim Assad dan sekutunya harus menghentikan serangan udara di Idlib dan mematuhi kesepakatan gencatan senjata,” ungkap pernyataan itu.
Kanada juga mendesak kepada semua pihak untuk menghormati segala upaya perdamaian.
Serangan terakhir pasukan Assad dan Rusia ke wilayah Idlib menewaskan dua anak, dan melukai enam warga sipil lainnya.
Pasukan Assad pada Senin melakukan tiga serangan udara terhadap konvoi pos pengamatan Turki yang sedang berpindah tempat dari satu daerah ke daerah lain di distrik Maarat al-Nu'man, Idlib, Suriah.
Kementerian Pertahanan Turki mengumumkan lewat sebuah pernyataan bahwa serangan udara tersebut menewaskan tiga warga sipil dan melukai 12 lainnya.
Kementerian itu mengutuk keras serangan yang bertentangan dengan perjanjian, kerja sama dan dialog dengan Rusia sebelumnya.
Setelah rezim Assad dan pendukungnya memasuki selatan perbatasan distrik Han Sheikun pada waktu perayaan Idul Adha, sekitar 124.000 warga sipil selatan Idlib mengungsi ke perbatasan Turki, ungkap Direktur Koordinasi Penanganan Suriah, Muhammad Hallaj, kepada Anadolu Agency.
Hallaj mengatakan jika serangan pasukan Assad dan Rusia berlanjut ke distrik Serakib dan Maarratinnuman, maka jumlah pengungsi dapat mencapai satu juta jiwa.
Menyusul pertemuan 17 September di Sochi antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin, keduanya sepakat membangun zona demiliterisasi - di mana tindakan agresi dilarang secara tegas - di Idlib.
Di bawah kesepakatan itu, kelompok-kelompok oposisi di Idlib diizinkan untuk tetap menempati wilayah, sementara Rusia dan Turki mulai melakukan patroli gabungan di daerah itu untuk mencegah pertempuran kembali meletus.
Sejalan dengan kesepakatan Sochi, kelompok oposisi menarik persenjataan berat mereka dari daerah tertentu di Idlib sejak 10 Oktober.
Suriah baru saja mulai keluar dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Assad menindak keras para demonstran dengan keganasan yang tidak terduga.
Sejak itu, puluhan ribu orang tewas dalam konflik sementara jutaan lainnya terpaksa mengungsi.