Nicky Aulia Widadio
23 Juni 2020•Update: 24 Juni 2020
JAKARTA
Pemerintah Provinsi Aceh akan memperketat perbatasan dengan Sumatera Utara seiring meningkatnya kasus Covid-19 di wilayah tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan saat ini ada total 49 kasus di Aceh setelah pada Minggu ada lonjakan 10 kasus baru.
Sebanyak 27 pasien Covid-19 masih dirawat, 20 orang telah sembuh dan dua orang meninggal.
“Kita ketatkan kembali karena memang transmisi dari daerah merah yang membuat maraknya kasus positif di Aceh,” kata Nova melalui siaran pers, Selasa.
Dia melanjutkan, skema penyekatan antarwilayah dinilai paling efektif untuk mengantisipasi meningkatnya kasus Covid-19 di Aceh.
Ada empat titik masuk yang menjadi fokus pengamanan yakni di Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Kota Subulussalam dan Aceh Singkil.
Nova mengatakan pemerintah akan mengkaji dampaknya dari aspek hukum, sosial dan ekonomi lebih dulu.
“Jadi kami tidak memutuskan dengan terburu-buru. Satu atau dua hari menyusun skemanya sehingga penyekatannya nanti ada yang ketat, sedang dan relatif soft (ringan), tergantung daerah,” jelas dia.
Dia menuturkan masyarakat Aceh telah memiliki pengamanan dalam penyekatan wilayah seperti ini setelah sebelumnya hal serupa dilakukan sepanjang Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri.
Dalam dua hari terakhir, Aceh tidak melaporkan adanya kasus baru Covid-19.
Namun pada Minggu, ada 10 kasus baru di Aceh.