Pizaro Gozali
JAKARTA
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan jumlah korban tewas akibat banjir bandang di Sentani, Jayapura, Papua bertambah jadi 50 orang.
Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan dari 50 orang meninggal dunia, 38 jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Papua, 7 jenazah di RS Marthin Indey, dan 5 jenazah di RS Yowari.
Selain itu, kata dia, sebanyak 49 korban sudah dapat diidentifikasi sedangkan 1 jenazah masih dalam proses identifikasi.
"Evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban diintensifkan untuk mencari korban,” kata Sutopo.
Menurut Sutopo, Tim SAR gabungan masih melakukan evakuasi dan belum semua daerah terdampak dijangkau karena tertutup pohon, batu, lumpur, dan material banjir bandang.
Sutopo mengatakan Kepala BNPB Doni Munardo telah melaporkan kepada Presiden Joko Widodo dampak bencana dan penanganan bencana banjir bandang.
Hari ini, kata Sutopo, Doni bersama unsur dari kementerian/lembaga berangkat ke Sentani untuk memberikan pendampingan dan bantuan kepada Pemda Jayapura dan Papua.
Sebelumnya, banjir bandang yang melanda sembilan kelurahan di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, menimbulkan banyak korban jiwa dan kerusakan.
Banjir terjadi sekitar pukul 21.30 WIT terjadi akibat hujan deras sejak pukul 18.00 WIT.
Beberapa warga hanyut terseret banjir bandang.