Pizaro Gozali Idrus
31 Desember 2020•Update: 02 Januari 2021
JAKARTA
Organisasi PBB untuk urusan anak, UNICEF, pada Kamis menyampaikan sebanyak 371.504 bayi diperkirakan akan lahir pada hari pertama Tahun Baru 2021.
Fiji di Pasifik akan menyambut bayi pertama di tahun 2021, sedangkan Amerika Serikat akan menyambut bayi yang terakhir.
Di seluruh dunia, kata UNICEF separuh dari kelahiran ini diperkirakan akan terjadi di 10 negara antara lain India (59.995), Tiongkok (35.615), Nigeria (21.439), Pakistan (14.161), Indonesia (12.336), Ethiopia (12.006), Amerika Serikat (10.312), Mesir (9.455), Bangladesh (9.236) dan Republik Demokratik Kongo (8.640).
Dalam pernyataannya, Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore menyampaikan secara keseluruhan sebanyak 140 juta anak diperkirakan akan lahir pada tahun 2021.
Harapan hidup rata-rata mereka diperkirakan selama 84 tahun.
“Anak-anak yang lahir hari ini memasuki dunia yang jauh berbeda dari tahun lalu, dan Tahun Baru membawa kesempatan baru untuk menata ulang,” kata Fore.
Fore juga menyampaikan tahun 2021 juga akan menandai peringatan 75 tahun UNICEF.
Sepanjang tahun ini, kata dia, UNICEF dan mitranya akan memperingati hari jadi dengan acara dan pengumuman yang merayakan tiga perempat abad dalam melindungi anak-anak dari konflik, penyakit, dan pengucilan.
“Saat ini, di tengah pandemi global yang sedang dihadapi dunia, perlambatan ekonomi, meningkatnya kemiskinan, dan ketidaksetaraan yang semakin dalam, kebutuhan akan pekerjaan UNICEF masih sama besar seperti sebelumnya,” kata Fore.
Selama 75 tahun terakhir, kata Fore, UNICEF selalu hadir di setiap konflik, pengungsian, bencana alam dan krisis.
“Menjelang Tahun Baru, kami memperbarui komitmen kami untuk melindungi anak-anak, untuk menyuarakan hak-hak mereka, dan untuk memastikan suara mereka didengar, di mana pun mereka tinggal,” ucap Fore.
Sebagai respons terhadap pandemi global, UNICEF meluncurkan kampanye Reimagine, sebuah upaya global untuk mencegah pandemi Covid-19 dari menjadi krisis abadi bagi anak-anak.
“UNICEF mengeluarkan seruan mendesak kepada pemerintah, publik, donor, dan sektor swasta untuk bergabung dengan UNICEF seiring kami berupaya untuk menanggapi, memulihkan, dan menata ulang dunia pasca-pandemi yang lebih baik,” tukas Fore.