Pizaro Gozali İdrus
07 Agustus 2019•Update: 09 Agustus 2019
Pizaro Gozali
JAKARTA
Malaysia meminta negara-negara anggota ASEAN mengambil langkah proaktif menyelesaikan persoalan kabut asap selama pertemuan di Brunei, lansir Straits Times pada Selasa.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Energi, Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Lingkungan, dan Perubahan Iklim Malaysia mengatakan negaranya ingin ada upaya bersama dilakukan sesuai Perjanjian ASEAN tentang asap lintas negara yang diratifikasi negara-negara anggota.
Pertemuan tahunan Malaysia, Brunei, Indonesia, Singapura dan Thailand dari Selasa hingga Rabu membahas langkah-langkah yang perlu diambil untuk mengatasi masalah asap lintas negara.
Wakil Menteri Isnaraissah Munirah Majilis, yang akan memimpin delegasi Malaysia akan menyerahkan laporan tentang langkah-langkah yang diambil untuk menghindari pembakaran dan kabut asap.
"Malaysia juga akan mengaktifkan Rencana Aksi Nasional untuk Kebakaran Terbuka," kata kementerian tersebut.
Pada 2015, kebakaran hebat terjadi di Riau dan wilayah lain di Sumatera mengakibatkan kabut yang menyelimuti sebagian Singapura dan Malaysia.
Malaysia juga mencatat Lembah Klang yang terdiri dari Kuala Lumpur dan pantai barat Sarawak diselimuti kabut asap ketika kebakaran hutan terus melanda Sumatera dan Kalimantan.
Departemen Meteorologi Malaysia telah memperkirakan musim angin barat daya akan bertahan hingga pertengahan September.
"Pembentukan badai tropis Francisco di Pasifik dan pembentukan sistem tekanan rendah di Filipina Barat akan memengaruhi pola angin di wilayah itu, memperpanjang musim kemarau," kata kementerian.
Singapura pantau asap
Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia juga membuat Singapura potensial mengalami kabut asap.
Badan Lingkungan Singapura (NEA) menerbitkan peringatan ancaman kabut asap dalam beberapa hari ke depan yang dapat membuat pandangan kabur.
NEA mengaku terus memantau jumlah titik api di Sumatera dan Kalimantan serta arah angin.
Berdasarkan catatan NEA, sebanyak 16 titik panas terdeteksi di Sumatra pada Minggu.
Selain itu, NEA juga mengamati pergerakan kabut asap dari titik panas di provinsi Sumatra dan Riau.
Mereka khawatir angin bakal bertiup ke arah tenggara dan selatan dan akan membawa kabut asap.