Muhammad Nazarudin Latief
27 Juni 2019•Update: 28 Juni 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Pemerintah akan membangun sebanyak 750 unit sumur bor senilai Rp429,1 miliar pada 2020 untuk mengatasi krisis air bersih di berbagai daerah.
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan selain di daerah yang kesulitan air bersih, sumur bor juga menyediakan 50 unit titik pengeboran air tanah dangkal untuk tanggap bencana daerah dengan alokasi anggaran Rp7,1 miliar.
“Pembangunan sumur bor adalah bagian dari peningkatan pelayanan berkeadilan sosial," ujar Agung, dalam siaran persnya, Kamis.
Sumur bor akan dibangun di daerah yang kesulitan air, dengan kedalaman sekitar 125 meter. Nantinya rata-rata debit air yang dihasilkan 1-2,4 liter per detik serta dapat memenuhi kebutuhan sekitar 2.000 orang.
Pada 2019, Kementerian ESDM merencanakan pembangunan 650 titik sumur bor air bersih untuk masyarakat di daerah sulit air yang tersebar di seluruh Indonesia, terletak di 232 Kabupaten/Kota di 31 Provinsi.
Dengan adanya program ini, diharapkan permasalahan sulit air bersih dapat dikurangi sehingga setiap warga Indonesia bisa mendapatkan haknya untuk menikmati air bersih, ujar Agung.
Sejak 2005 hingga 2018, pemerintah membangun sebanyak 2.290 unit sumur bor dengan kapasitas mencapai 144,4 juta m3/tahun dan dapat melayani kurang lebih 6,6 juta jiwa.
Sepanjang 2018, dibangun 506 titik sumur bor di 175 Kabupaten/Kota dan 55 titik sumur bor untuk pengungsi bencana Bali, Lombok dan Sulawesi.