Pizaro Gozali İdrus
31 Agustus 2019•Update: 02 September 2019
JAKARTA
Pemerintah telah menggelar dialog dengan pejabat, tokoh masyarakat dan politisi Papua guna memulihkan situasi keamanan.
Dalam kesempatan itu, pemerintah dan perwakilan Papua yang hadir sepakat untuk tidak membahas referendum bagi kemerdekaan Papua.
"Tadi siang sudah bertemu dari Papua. Tokoh masyarakat, para pemuda, juga ada perwakilan yang duduk di DPD, DPR. Kita bicara apa yang terjadi disana," kata Wiranto di Istana Merdeka pada Jumat malam.
Wiranto menyampaikan forum tersebut digelar bukan sebagai tempat saling menyalahkan. Tapi upaya bersama untuk menghentikan kerusuhan yang terus berlangsung dalam beberapa hari terakhir.
"Tidak mungkin bisa dilakukan dialog kalau rusuh. Jadi tenang dulu baru bisa dialog," kata dia.
Namun, Wiranto menegaskan dialog antara pemerintah dan tokoh yang mewakili Papua tak akan membahas tentang referendum.
“Kesepakatan kita tidak bicara referendum. Tidak bicara kemerdekaan. NKRI harga mati,” kata Wiranto.
Wiranto menegaskan sudah menjadi kesepakatan bersama dalam keputusan PBB, bahwa Papua dan Papua Barat adalah bagian sah Indonesia.
Belum umumkan jumlah korban
Dalam kesempatan yang sama, Wiranto belum menyampaikan laporan korban masyarakat sipil dalam sejumlah demonstrasi yang berakhir rusuh di beberapa wilayah di Papua dan Papua Barat.
"Malam ini kita enggak bicara soal yang korban [atau] yang rusak. Itu nanti pada penjelasan yang lain," kata dia.
Wiranto mengatakan laporan masih terus berjalan dan kerap diterima pada malam hari untuk diumumkan keesokan harinya.
Menurut dia, keputusan menyampaikan informasi ke publik sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah.
Sebelumnya, dilaporkan dalam kerusuhan itu tiga orang tewas, yang terdiri dari dua warga sipil dan satu anggota TNI.
Selain itu, enam anggota TNI dan Polri juga mengalami luka-luka.