Erric Permana
02 Desember 2020•Update: 03 Desember 2020
JAKARTA
Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab meminta maaf karena menimbulkan kerumunan di sejumlah lokasi dan membuat keresahan.
Rizieq Shihab menyatakan kerumunan di Bandara Soekarno Hatta, Petamburan, Tebet dan Megamendung di luar kendali organisasinya.
Dia menegaskan organisasinya akan menghentikan semua aktivitas yang bisa menimbulkan kerumunan.
"Maka seluruh rencana jadwal ke luar kota ke daerah kita stop sampai pandemi ini berakhir. Jadi kita harus hormati protokol kesehatan itu buat semua," jelas Rizieq dalam konferensi video pada Rabu.
Dia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan.
."Sekali lagi saya minta maaf kalau dalam kerumunan tadi membuat keresahan atau membuat pihak tidak nyaman atau kita melakukan pelanggaran," tambah dia.
Sebelumnya, Rizieq tiba di Indonesia pada 10 November 2020 setelah hampir 3,5 tahun berada di Jakarta.
Kepulangan Rizieq juga disambut oleh ribuan orang pendukungnya di Bandara Soekarno Hatta.
Kerumunan massa kembali terjadi ketika Rizieq menikahkan putrinya di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat pada Sabtu, 14 November 2020. Sebanyak 7 ribu orang diperkirakan berkumpul terkait perayaan pernikahan tersebut.
Polisi pun menyebut ada unsur pidana terkait kerumunan itu.