Nicky Aulia Widadio
08 Mei 2020•Update: 09 Mei 2020
JAKARTA
Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus.
Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin mengatakan sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki awal musim kemarau pada Mei ini.
Sejumlah daerah masuk kategori rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kemarau yakni Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.
“Curah hujannya relatif menengah sampai rendah itu dimulai dari Juni hingga September,” kata Saepudin melalui konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat.
Wilayah lain yang juga rawan karhutla yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
BMKG mengatakan pencegahan karhutla lewat teknologi modifikasi cuaca bisa dilakukan dari masa peralihan musim hujan ke musim kemarau.
“(Pada masa peralihan) bibit awan masih banyak jadi bisa disemai untuk menjadi hujan dan membasahi lahan gambut," kata Saepudin.