Hayati Nupus
12 April 2019•Update: 13 April 2019
Hayati Nupus
JAKARTA
Gunung Agung, Bali, diselimuti asap kawah setinggi 200 meter dari atas puncak, Jumat pagi.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengatakan asap kawah itu bertekanan lemah setelah gunung tersebut mengalami erupsi setinggi 2.000 meter dari atas kawah puncak, pada Kamis malam pukul 18.47 WITA, dengan durasi 2 menit 8 detik.
“Saat erupsi itu, terdengar suara gemuruh lemah di Pos Rendang,” ujar PVMBG, dalam keterangannya.
PVMBG mengatakan asap kawah utama itu bertekanan lemah dengan warna putih hingga kelabu.
Sepanjang Jumat pukul 00.00-06.00 WITA, PVMBG mencatat terdapat satu kali gempa hembusan dan tiga kali gempa tektonik jauh.
Saat ini, ujar PVMBG, gunung setinggi 3142 mdpl ini berstatus Siaga, tercatat sejak 21 November 2017.
PVMBG merekomendasikan agar masyarakat tak berada di dalam zona perkiraan bahaya, yaitu di dalam radius 4 kilometer dari kawah puncak.
PVMBG juga merekomendasikan agar warga yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung waspada potensi ancaman bahaya sekunder, yaitu aliran lahar hujan.
Sedang status Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) berwarna Orange, sejak erupsi 11 April 2019 itu.