Iqbal Musyaffa
05 Mei 2020•Update: 06 Mei 2020
JAKARTA
Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan jumlah tenaga kerja berpendidikan tinggi di Indonesia meningkat, sementara tenaga kerja lulusan SD menunjukkan tren yang menurun.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan total angkatan kerja di Indonesia pada Februari 2020 sebanyak 137,91 juta orang. Dari jumlah tersebut, 131,03 juta orang bekerja dan 6,88 juta orang menganggur.
Dari jumlah penduduk bekerja tersebut, 10,23 persennya atau 13,41 juta orang merupakan pekerja dengan pendidikan universitas.
“Persentase pekerja lulusan universitas ini menunjukkan tren meningkat dari 9,22 persen pada Februari 2018 menjadi 9,75 persen pada Februari 2019 kemudian meningkat jadi 10,23 persen pada Februari 2020,” urai Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Selasa.
Sementara itu, mayoritas penduduk bekerja masih didominasi oleh lulusan Sekolah Dasar (SD) dengan jumlah 50,96 juta orang atau 38,89 persen dari total penduduk bekerja.
“Namun, tren jumlah penduduk bekerja lulusan SD semakin turun sejak tahun 2018,” kata Suhariyanto.
Pada Februari 2018 persentase jumlah penduduk bekerja lulusan SD sebanyak 41,8 persen, kemudian pada Februari 2019 turun menjadi 40,51 persen, dan pada Februari 2020 menjadi 38,89 persen.
Selain itu, penduduk bekerja lulusan SMP di Indonesia sebanyak 23,49 juta orang atau 17,93 persen, kemudian lulusan SMA sebanyak 24,03 juta orang (18,34 persen), lulusan SMK sebanyak 15,48 juta orang (11,82 persen), dan lulusan Diploma I, II, dan III sebanyak 3,66 juta orang (2,79 persen).