Erric Permana
03 September 2020•Update: 04 September 2020
JAKARTA
Pemerintah memastikan tenaga kesehatan bakal dijadikan prioritas pertama untuk mendapatkan vaksin Covid-19 jika telah siap digunakan pada awal 2021.
Saat melakukan pertemuan dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ketua Pelaksana Komite Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir mengatakan hal itu dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko para tenaga kesehatan di tengah pandemi.
Dari hasil pemetaan yang diberikan IDI dan PPNI kata Erick, ada sekitar 1,5 juta tenaga kesehatan, baik dokter, perawat, dan bidan.
Erick Thohir menambahkan IDI dan PPNI akan menentukan kriteria serta kualifikasi dokter, perawat, dan bidan yang akan mendapat kesempatan pertama vaksinasi tersebut.
Nantinya juga akan ada tim khusus dari Satgas Penanggulangan Covid-19 yang akan bekerja sama dengan IDI dan Kementerian Kesehatan untuk menilai pemberian vaksin.
"Hal ini bertujuan agar penggunaan vaksin bisa tepat sasaran dan efektif, mengingat keterbatasan di tahap awal saat vaksin ini siap digunakan," kata dia.
Pertemuan dengan IDI dan PPNI ini juga membahas upaya peningkatan protokol keselamatan dan proteksi bagi tenaga kesehatan yang terus dihantui risiko tinggi di tengah meningkatnya kasus positif Covid-19.
" Intinya, protokol keselamatan dan proteksi dokter serta perawat harus mendapat perhatian serius agar tingkat risiko mereka gugur dalam tugas bisa ditekan," tambah Erick yang juga Menteri BUMN.