Shenny Fierdha Chumaira
05 Juni 2018•Update: 05 Juni 2018
Shenny Fierdha
JAKARTA
Tentara Nasional Indonesia akan menyediakan dua unit kapal untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik menjelang libur hari raya Idul Fitri yang akan jatuh pada 15 dan 16 Juni mendatang.
"Dua unit kapal jenis LPD dengan kapasitas angkut 1.000 orang, atau 30 mobil, atau 400 sepeda motor. Bisa digunakan untuk mudik dan balik nanti kalau diperlukan," ungkap Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal Hadi Tjahjanto saat menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektor di Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jakarta, Selasa.
Selain dua unit kapal tersebut, lanjut dia, TNI juga menyiapkan empat unit pesawat Hercules yang masing-masingnya bisa mengangkut sekitar 100 sampai dengan 132 orang.
Terkait kemungkinan adanya bencana alam yang bisa melanda saat arus mudik dan arus balik nanti, dia mengaku sudah menyiapkan rencana tindakan kontingensi untuk mengantisipasi terjadinya tanah longsor, tsunami, maupun bencana alam lainnya.
"Untuk itu kita sudah menyiapkan 14 unit pesawat C-130, lima unit pesawat boeing 737. Kita siapkan pula angkatan udara yang bisa segera mendukung bantuan bahan makanan dan dukungan personel untuk memberikan bantuan dalam situasi bencana," terang Hadi.
Meski sudah disiapkan, namun dia berharap tidak ada bencana alam yang melanda ketika arus mudik dan balik nanti sehingga masyarakat bisa menikmati liburan dengan aman dan nyaman.
--Pesan dari Menhub
Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang turut hadir dalam acara memberikan beberapa pesan yang bisa diikuti masyarakat untuk mendukung kelancaran mudik dan balik, seperti memilih moda kendaraan yang paling cocok.
"Kalau yang menggunakan transportasi udara, tolong jangan bercanda soal bom karena akan dituntut. Begitu juga kalau naik kereta api [maupun moda kendaraan lainnya]," ucap Menteri Budi.
Bagi pemudik yang ingin pulang kampung dengan memakai bus, dia menyarankan agar mereka membeli tiketnya secara daring untuk menghindari calo.
"Dan apabila jarak yang ditempuh pemudik yang mengendarai sepeda motor mencapai lebih dari 60 kilometer, sebaiknya jangan gunakan moda transportasi ini," saran Menteri Budi.
Selain itu, dia juga memprediksi waktu mudik yang baik ialah tanggal 10 atau 11 Juni dan waktu balik ialah tanggal 21 atau 22 Juni.