Pızaro Gozalı Idrus
04 Februari 2020•Update: 05 Februari 2020
JAKARTA
Pemerintah Thailand berupaya mengontrol masker dan pembersih tangan yang harganya terus melonjak akibat wabah virus korona, lansir Bangkok Post pada Selasa.
Menteri Perdagangan Thailand Jurin Laksanawisit, yang memimpin komite pengendalian barang dan jasa, mengatakan pihaknya menyetujui dimasukkannya masker dan pembersih tangan berbasis alkohol dalam daftar pengendalian harga.
Jurin mengatakan masuknya kedua produk ke dalam daftar sangat penting karena permintaan masker wajah melonjak menjadi 40-50 juta buah per bulan setelah merebaknya virus korona.
Padahal sebelumnya Thailand hanya memproduksi sekitar 30 juta masker sebulan.
Jurin mengatakan begitu masuk dalam daftar kontrol harga, maka pabrikan, distributor, eksportir dan importir harus memberi tahu Departemen Perdagangan terkait biaya produksi, harga penjualan, volume produksi, volume ekspor, dan impor.
Produsen yang mengekspor lebih dari 500 buah perlu mendapatkan persetujuan departemen.
“Ini hanya sementara dan akan berlangsung sampai wabah korona berlalu," kata Jurin.
Whichai Phochanakij, direktur jenderal Departemen Perdagangan, mengatakan pemerintah dapat membatasi pembelian masker wajah hingga 10 potong per orang untuk konsumsi selama 15 hari.
Setelah masuk dalam daftar kontrol harga, mereka yang ditemukan menimbun atau menaikkan harga sewenang-wenang akan dikenakan hukuman tujuh tahun penjara atau denda hingga 140.000 baht atau sekitar Rp17,5 juta yang diatur Undang-undang Harga Barang dan Jasa.