Omer Faruk Yildiz
19 April 2018•Update: 19 April 2018
Omer Faruk Yildiz
ANKARA
Lembaga Kerja sama dan Koordinasi Turki (TIKA) terus menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Muslim Rohingya di Bangladesh, kata mereka pada Kamis.
Dalam sebuah pernyataan, TIKA mengatakan membagi-bagikan paket darurat yang berisikan barang-barang perawatan pribadi dan makanan kepada 2.000 keluarga Rohingya, dengan bantuan Kazakhstan.
Mereka berencana memberikan bantuan untuk 20.000 keluarga pada bulan Ramadan, lanjutnya.
Rohingya, yang disebut PBB sebagai orang paling teraniaya di dunia, menghadapi ketakutan meningkat atas serangan yang membunuh puluhan orang pada kekerasan komunal pada 2012.
Sejak 25 Agustus 2017, lebih dari 656.000 warga Rohingya menyeberang dari Rakhine ke Bangladesh, menurut PBB. Mereka melarikan diri dari operasi keamanan yang membunuh, menjarah rumah dan membakar desa Rohingya. Menurut Menteri Luar Negeri Bangladesh Abul Hasan Mahmood Ali, sekitar 3.000 orang Rohingya tewas dalam aksi kekerasan tersebut.
Setidaknya 9.000 Rohingya tewas di Rakhine antara 25 Agustus dan 24 September, menurut lembaga Dokter Lintas Batas (MSF).
Dalam sebuah laporan tertanggal 12 Desember, MSF mengatakan 71,7 persen Rohingya atau sekitar 6.700 orang tewas akibat kekerasan. Itu termasuk 730 anak-anak dibawah usia 5 tahun.
PBB telah mendokumentasikan perkosaan massal, pembunuhan –termasuk bayi dan anak-anak—pemukulan brutal dan penghilangan oleh petugas keamanan. Dalam sebuah laporan, penyidik PBB mengatakan bahwa pelanggaran tersebut merupakan kejahatan kemanusiaan.