Muhammad Abdullah Azzam
10 Maret 2021•Update: 12 Maret 2021
Muslum Etgu
SANLIURFA
Setidaknya 711 teroris dilumpuhkan dan 71 upaya serangan teror digagalkan selama satu tahun terakhir di distrik Tal Abyad dan Rasulayn, utara Suriah yang dibersihkan dari teroris dengan operasi lintas-perbatasan Turki.
Kantor Gubernur Sanliurfa mengungkapkan bahwa Operasi Mata Air Perdamaian pada 9 Oktober 2019 melawan kelompok teror YPG/PKK dan Daesh/ISIS di Suriah bertujuan untuk melenyapkan koridor teror di selatan perbatasan Turki.
Pernyataan tersebut mengatakan bahwa pasukan keamanan lokal dibentuk di wilayah tersebut dengan konsultasi bersama pasukan keamanan Turki.
"Aktivitas Angkatan Bersenjata Turki dan SNA [Tentara Nasional Suriah] di sana untuk mencegah infiltrasi teroris terus berlanjut tanpa jeda apapun,” ungkap pernyataan dari otoritas Turki.
Total 349 teroris YPG/PKK dan 126 teroris Daesh/ISIS ditangkap hidup-hidup, sementara satu teroris YPG/PKK tewas di Tal Abyad dalam satu tahun terakhir.
Di Rasulayn, 221 teroris YPG/PKK dan 11 teroris Daesh/ISIS ditangkap hidup-hidup, sedangkan tiga anggota YPG/PKK tertangkap dalam keadaan mati.
Sekitar 19 parit, 60 posisi, 10 tempat berlindung, dan 21 terowongan, termasuk terowongan beton sepanjang 2 kilometer, di Tal Abyad, dan 303 terowongan sepanjang 27 km di Rasulayn dimusnahkan.
"Dalam operasi tersebut, 71 upaya serangan teror YPG/PKK yang menargetkan pasukan lokal dan warga sipil tak berdosa di wilayah tersebut sejauh ini telah dicegah," tambah mereka.
Amunisi dan bahan peledak juga disita dalam operasi tersebut dalam jumlah yang besar.
Sejak 2016, Turki meluncurkan tiga operasi anti-teror yang berhasil melintasi perbatasannya di Suriah utara untuk mencegah pembentukan koridor teror.
Dalam lebih dari 35 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan UE - bertanggung jawab atas kematian hampir 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi. YPG adalah cabang PKK di Suriah.