Muhammad Abdullah Azzam
19 Februari 2021•Update: 19 Februari 2021
Aysu Bicer, Yunus Girgin
ANKARA
Turki dan Azerbaijan menetapkan target pencapaian volume perdagangan USD15 miliar pada 2023, kata wakil presiden Turki pada Kamis.
Berbicara di Forum Bisnis Turki-Azerbaijan, Wapres Turki Fuat Oktay mengatakan bahwa selain memiliki persaudaraan yang kuat, Turki dan Azerbaijan adalah negara yang kuat secara politik dan perdagangan.
"Tujuan kami adalah menemukan alternatif baru bagi para pebisnis kami dalam menghadapi perlambatan pertumbuhan ekonomi global akibat pandemi. Apalagi, target kami adalah mengatasi tren pertumbuhan yang lemah dan rapuh dengan proyek yang akan dilakukan bersama-sama," Kata Oktay.
“Tugas krusial berada pada pebisnis kita untuk mempraktikkan potensi saat ini,” tambah dia.
Menunjukkan kinerja ekonomi Turki pada 2020, Wapres Turki menekankan bahwa negaranya dan China adalah satu-satunya negara di G20 yang dapat mengakhiri tahun dengan pertumbuhan.
Dalam beberapa bulan terakhir, Turki menerima USD15 miliar investasi portofolio asing dari luar negeri, tambah Oktay.
- Kesepakatan perdagangan preferensial
Sementara itu, Menteri Perdagangan Ruhsar Pekcan menegaskan, kesepakatan perdagangan preferensial dengan Azerbaijan akan berlaku sejak 1 Maret.
"Ini baru permulaan. Kami ingin kesepakatan perdagangan preferensial berkembang menjadi perjanjian perdagangan bebas, target bagi kedua belah pihak," tambah Pekcan.
“Oleh karena itu, untuk mencapai target perdagangan USD15 miliar, dunia usaha kedua negara harus aktif bekerja sama dengan kami,” tukas Pekcan.