Maria Elisa Hospita
05 Maret 2018•Update: 06 Maret 2018
Ahmed al-Masry
DOHA
Stasiun televisi yang didanai Qatar mengklaim bahwa blok pimpinan Arab Saudi terlibat dalam percobaan kudeta di Qatar pada 1996.
Lewat program dokumenter yang ditayangkan pada Minggu malam, Al Jazeera mengatakan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir telah merancang kudeta untuk menggulingkan pemerintahan Sheikh Hamad bin Khalifa.
Dokumenter tersebut mengutip kesaksian dari terduga komplotan kudeta, termasuk Fahd al-Maliki, seorang mantan pejabat intelijen Qatar, yang ditahan tetapi kemudian diampuni tahun lalu.
Al-Maliki mengklaim bahwa empat negara telah membentuk sebuah komite untuk merancang kudeta tersebut.
Dia menuding bahwa Panglima Angkatan Bersenjata UEA Mohammed bin Zayed (sekarang Pangeran Mahkota Abu Dhabi), kemudian Putra Mahkota Bahrain Hamad bin Issa (sekarang Raja Bahrain), mendiang kepala intelijen Mesir Omar Suleiman, mantan kepala polisi Qatar Hamad bin Jassim bin Hamad dan pejabat intelijen Saudi termasuk jadi anggota komite tersebut.
Menurut Al-Maliki, setelah mengambil alih instalasi militer dan keamanan, komplotan kudeta memberi lampu hijau bagi milisi untuk memasuki Qatar dari seberang perbatasan Saudi, namun kudeta tersebut akhirnya digagalkan.
Hingga saat ini belum ada komentar dari empat negara mengenai klaim tersebut.
Tahun lalu, blok pimpinan Saudi memutus hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Qatar, dan menuduh Doha mendukung terorisme.
Qatar membantah tuduhan tersebut dan menyebut blokade atas negaranya merupakan pelanggaran hukum internasional.