Maria Elisa Hospita
09 Agustus 2018•Update: 10 Agustus 2018
Aamir Latif
KARACHI, Pakistan
Ratusan anggota parlemen dan pendukung aliansi oposisi 11 partai besar menggelar unjuk rasa di luar kantor komisi pemilihan umum, di Islamabad, pada Rabu.
Aliansi oposisi atau "aliansi Pakistan untuk pemilu yang bebas dan adil" telah menolak hasil pemilu 25 Juli lantaran dianggap penuh "kecurangan" dan "manipulasi". Mereka bertekad untuk melanjutkan aksi protes di seluruh penjuru negeri.
"Kami menolak pemilu yang tak jujur!" begitu bunyi slogan yang diteriakkan oleh para demonstran yang tergabung dalam Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N), Partai Rakyat Pakistan (PPP), aliansi agama lima partai Muttehida Majlis Amal (MMA), dan partai lainnya.
Tak hanya partai-partai oposisi, namun beberapa media internasional dan kelompok pengamat Misi Pengamat Uni Eropa, menemukan "ketidakberesan" dalam proses pemilihan umum, baik sebelum dan sesudah pemilu.
Namun komisi pemilu telah membantah tudingan-tudingan itu dan menyebutnya "tak berdasar".
“Pemilihan umum 25 Juli adalah pemilihan terburuk dalam sejarah negara itu. Rakyat Pakistan menolak tindakan curang dan manipulasi,” kata Maulana Fazl, politikus Pakistan sekaligus pemimpin Jamiat Ulema-e Islam, di hadapan para demonstran.
Fazl menuntut pembentukan komisi khusus untuk menyelidiki tuduhan kecurangan. Dia juga mengatakan bahwa ketua komisi pemilu telah gagal melaksanakan pemilu yang bebas dan adil, karena itu "dia harus mengundurkan diri dari jabatannya".
Pernyataan Fazl didukung oleh mantan PM Pakistan Yousaf Raza Gilani, yang juga menyebut pemilu 25 Juli sebagai "pemilihan terburuk sepanjang sejarah Pakistan".
Aksi protes
Media setempat menyebutkan bahwa ratusan anggota MMA berpartisipasi dalam unjuk rasa di beberapa bagian negara itu.
Demonstran memblokir jalan-jalan di kota-kota besar seperti Karachi, Quetta, Peshawar, Bannu, Karak, Swat, dan Mastung, sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas.
Mereka juga membakar ban bekas di jalan, dan meneriakkan slogan-slogan menentang komisi pemilu.
Pada Kamis, partai-partai oposisi mengumumkan akan menggelar lebih banyak demonstrasi di luar markas komisi pemilihan umum provinsi.
* Islamuddin Sajid turut melaporkan dari Islamabad