Maria Elisa Hospita
29 Januari 2019•Update: 29 Januari 2019
Ovunc Kutlu
ANKARA
Harga minyak mentah naik saat perdagangan dibuka pada Selasa, ketika pemerintah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi ke perusahaan energi Venezuela, PDVSA.
Pemberian sanksi itu telah menimbulkan kekhawatiran akan pasokan minyak di pasar global.
Minyak mentah berjangka internasional Brent diperdagangkan pada USD60,27 per barel pada 0630 GMT dengan kenaikan 0,5 persen, setelah ditutup pada USD59,95 per barel pada Senin.
Pada saat yang sama, minyak mentah berjangka Amerika West Texas Intermediate berada di USD52,39 per barel, yang artinya naik 0,6 persen, setelah mengakhiri perdagangan di hari sebelumnya pada USD 52,06 per barel.
Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton mengatakan bahwa sanksi terhadap PDVSA diperkirakan akan memblokir aset USD7 miliar dan mengakibatkan kerugian pendapatan ekspor sebesar USD11 miliar.
Sanksi hanya akan dicabut jika Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah baru.
Sanksi itu diperkirakan akan secara signifikan mengurangi ekspor minyak Venezuela dan mengurangi pasokan di pasar minyak global.
Pekan lalu, AS menyatakan dukungannya ke Presiden Majelis Nasional Venezuela Juan Guaido sebagai presiden sementara.
Menurut Laporan Pasar Minyak Bulanan OPEC, Venezuela, salah satu anggota utama OPEC, memproduksi sekitar 1,5 juta barel minyak mentah per hari pada Desember 2018.