Muhammed Bilal Kenasari
02 Mei 2018•Update: 03 Mei 2018
Muhammed Bilal Kenasari
WASHINGTON
Koalisi pimpinan Amerika Serikat dan mitra regional melancarkan operasi untuk memberangus markas terakhir ISIS (Daesh) di Suriah.
Dalam pernyataan tertulis, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert pada Selasa mengatakan, "pertempuran akan sulit, tetapi kami dan mitra kami pasti akan menang. Kami akan mempertahankan Amerika Serikat, Koalisi, dan pasukan sekutu jika diserang. Hari-hari penguasaan wilayah dan teror ke rakyat Suriah oleh Daesh akan segera berakhir,"
Nauert juga menyoroti bahwa AS akan bekerja sama dengan sekutu NATO-nya, Turki, dan mitra lainnya termasuk Israel, Yordania, Irak dan Lebanon "untuk mengamankan perbatasan mereka dari Daesh".
"Kami akan mengupayakan pembagian kontribusi yang lebih adil dalam pasukan, material, dan sumber daya dari mitra regional dan sekutu untuk menstabilkan wilayah yang telah dibebaskan," tambah pernyataan itu.
Nauert menegaskan kembali pernyataan Presiden Donald Trump dalam pertemuan baru-baru ini dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron bahwa "AS akan memastikan jejak kehadiran yang kuat dan langgeng di Suriah sehingga Daesh tidak dapat kembali, dan populasi yang telah dibebaskan dari Daesh tidak dieksploitasi oleh rezim Assad atau pendukung Irannya."
Dia menambahkan, AS akan menghidupkan kembali proses Jenewa di bawah Resolusi Dewan Keamanan PBB 2254.
"Amerika Serikat berkomitmen untuk memastikan penyelesaian politik masa depan yang menghormati kehendak semua warga Suriah, termasuk Arab Sunni, Kurdi, Kristen, Turkmen, dan minoritas lainnya," tegas Nauert.