Maria Elisa Hospita
15 November 2018•Update: 15 November 2018
Umar Farooq
WASHINGTON
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo bertemu dengan Menteri Pertahanan Qatar Khalid al-Attiyah pada Rabu, untuk membahas hubungan dan keamanan kawasan Timur Tengah.
Keduanya mendiskusikan rencana Dialog Strategis AS-Qatar di Departemen Luar Negeri AS, Washington.
Dialog itu diresmikan pada Januari dan bertujuan untuk meningkatkan kerja sama antara Washington dan Doha pada pertahanan, kontraterorisme, perdagangan, dan investasi.
Mereka juga membicarakan tentang Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), khususnya bagaimana GCC dapat berperan dalam aliansi strategis di kawasan itu.
"Menlu sekaligus Wakil PM Qatar membahas Aliansi Strategis Timur Tengah, yang disokong oleh GCC untuk memajukan kesejahteraan, keamanan, dan stabilitas di kawasan itu," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert dalam sebuah pernyataan.
GCC adalah blok negara-negara Teluk Arab yang kaya minyak, terdiri dari Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Juni tahun lalu, Arab Saudi, Bahrain, Mesir dan UEA secara kolektif memutuskan hubungan dengan Doha dan menudingnya mendanai terorisme.
Meskipun Qatar telah membantah tudingan tersebut, kubu pimpinan Saudi justru memberlakukan embargo udara, darat, dan laut di Qatar.
Dalam pertemuan itu, Pompeo dan al-Attiyah juga membicarakan perluasan Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar, yang menampung personel Angkatan Udara Kerajaan Inggris dan Inggris.