08 Agustus 2017•Update: 09 Agustus 2017
Roy Ramos
ZAMBOANGA Filipina
Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop pada Selasa mengumumkan pemerintah Australia akan menghibahkan bantuan setara USD 20 juta bagi hampir 360.000 warga Filipina yang terpaksa mengungsi dari daerah konflik Marawi di Filipina dimana militer bertempur dengan kelompok pemberontak Maute.
“Kemarin saya bertemu Presiden Filipina Rodrigo Duterte di Manila, pertemuan kedua kami pada 2017. Kami merundingkan konflik Marawi dan dampaknya bagi warga sipil disana,” kata Bishop dalam siaran pers yang dikutip media The Philippine Star Daily.
Bantuan itu akan diberikan bertahap selama 4 tahun dan merupakan tambahan dari bantuan makanan dan kebutuhan lain setara USD 920.000 yang diumumkan pada Juni lalu. Pemerintahan Australia juga telah mengirimkan 2 pesawat pengintai untuk membantu Filipina memusnahkan pasukan Maute yang masih berhubungan dengan Daesh.
Bishop mengatakan bantuan dari Australia itu akan berkontribusi terhadap upaya perdamaian di wilayah itu serta juga mendukung proyek-proyek infrastruktur bagi komunitas di sekitar Marawi, yang membutuhkan air bersih untuk minum dan perbaikan jalanan.
Pemerintahan Duterte saat ini memerangi serangan teroris dari kelompok Maute dan Abu Sayaf yang mengepung Marawi sejak akhir Mei dan telah menewaskan lebih dari 500 nyawa.
Bentrokan itu kemudian mendorong Duterte menerapkan darurat militer di seluruh pulau Mindanao. Keputusan itu kemudian diperpanjang hingga 31 Desember.