01 Agustus 2017•Update: 02 Agustus 2017
Hader Glang
KOTA ZAMBONGA
Perang melawan kelompok Maute yang berafiliasi dengan Daesh mulai menyempit ke dua desa setelah operasi ofensif memasuki hari ke-71, demikian yang disampaikan oleh pihak militer.
Jurubicara Militer Brigjen Restituto Padilla mengatakan militer sedang bekerja untuk mengokonfirmasi laporan bahwa pemimpin kelompok teror yaitu Abdullah Maute sudah tewas.
Padilla sebelumnya mengatakan pemimpin Abu Sayyaf Isnilon Hapilon, yang ditunjuk Daesh sebagai "emir" dari Asia Tenggara, mungkin telah lolos dalam berbagai bentrokan di Marawi sementara Kakak dari Abdullah, Omar, kemungkinan sudah tewas.
Pada hari Senin, media lokal The Philippine Star menulis bahwa pihak militer berhasil menguasai jembatan yang mengarah ke posisi kelompok pemberontak tersebut.
Laporan itu mengatakan pasukan pemerintah kini mengendalikan jembatan Mapandi yang mengarah ke dalam kawasan bisnis Marawi dimana 40 orang sisa militan dipercaya masih menyandera 80 sampai 100 tawanan, yang mayoritas dari mereka ditahan dalam sebuah masjid besar
Padilla mengatakan militer memiliki akses langsung ke ground zero, mengacu pada jembatan di atas Marawi yang digunakan oleh pemberontak mengangkut pasukan dan perlengkapan tempur.
"Tujuan utama kami adalah bahwa menyelamatkan sandera," katanya mengutip media local tersebut.
Menurut Juru Bicara Komando Mindanao Sektor Barat Kapten Jo-Ann Petinglay, jumlah teroris Maute telah berkurang hingga sekitar 70 orang.
Setidaknya 114 tentara tewas sejak pertempuran dimulai tanggal 23 Mei lalu, katanya menambahkan bahwa kebanyakan dari personel militer terbunuh karena bom yang ditanam teroris Maute di gedung atau rumah.
Presiden Rodrigo Duterte terpaksa memberlakukan darurat militer di Mindanao setelah kelompok bersenjata itu mengepung Marawi. Pertempuran itu juga telah merenggut nyawa puluhan warga sipil sementara ratusan anggota pemberontak juga tewas.
Pihak berwenang mengatakan krisis di Malawi telah menyebabkan 104.000 keluarga mengungsi. Mereka menempati 70 kawasan evakuasi sekitar Marawi.