Rhany Chairunissa Rufinaldo
06 Agustus 2019•Update: 06 Agustus 2019
Fatih Hafiz Mehmet
ANKARA
Badan perbatasan Uni Eropa pada Senin malam membantah telah melanggar hak-hak pengungsi setelah media Inggris dan Jerman mengklaim hal itu dalam laporan mereka.
"#Frontex dengan tegas menyangkal keterlibatan petugasnya dalam pelanggaran hak-hak fundamental. Kami mengutuk segala bentuk perlakuan tidak manusiawi, pengembalian yang tidak diproses dan segala bentuk kekerasan lainnya yang ilegal di bawah Piagam Eropa untuk Hak Fundamental," tulis Badan Penjaga Perbatasan dan Pantai Eropa (Frontex) di Twitter.
Frontex mengatakan meskipun pihaknya memiliki wewenang atas para staf, prosedur penyelidikan dan penegakkan disiplin terhadap pegawai nasional adalah tanggung jawab eksklusif masing-masing negara yang menjadi tuan rumah operasi.
Pada Senin, Uni Eropa mengatakan akan menyelidiki dugaan pelanggaran HAM terhadap migran dan pengungsi di bawah pengawasan badan perbatasan Eropa.
Kepala Juru Bicara Komisi Uni Eropa Mina Andreeva mengatakan mereka akan menindaklanjuti tuduhan tersebut untuk menentukan kebenarannya.
Media Inggris dan Jerman pada Senin menuduh Frontex menutup mata atas perlakuan buruk terhadap para migran dan dengan demikian melanggar hak asasi para pengungsi.