Fatih Erel
02 Desember 2017•Update: 04 Desember 2017
Fatih Erel
JENEWA
Diskusi damai yang kedelapan di Jenewa akan berlanjut pada Selasa, setelah delegasi rezim menolak berdiskusi langsung dengan oposisi dalam pekan pertama diskusi tersebut.
Utusan PBB untuk Suriah Staffan de Mistura pada Senin mengajukan diskusi langsung antara para pihak terkait tanpa prasyarat apapun. Walau delegasi Suriah bersatu telah menerima tawaran Staffan, delegasi rezim tidak menerima tawaran tersebut karena adanya penolakan oposisi terhadap peran Presiden Bashar al-Assad dalam transisi politik.
Sebelum pertemuan pada Jumat, Yahya Aridi, juru bicara Komisi Negosiasi Suriah (SNC), mengatakan kepada wartawan bahwa delegasi oposisi Suriah tidak punya prasyarat untuk mencapai solusi politis.
Aridi mengatakan bahwa rezim Suriah "bertindak sewenang-wenang" dalam mencari solusi krisis Suriah.
Rezim Suriah akan memutuskan apakah delegasinya akan kembali ke Jenewa pekan depan untuk melanjutkan diskusi damai setelah berkonsultasi dengan Damaskus, Bashaar Ja'afari, Kepala Delegasi Rezim, ujar dia pada Jumat setelah pertemuan dengan de Mistura.
Diskusi terakhir dimulai Selasa pekan ini dengan pertemuan antara de Mistura dan delegasi oposisi. Delegasi rezim sempat menunda berpartisipasi dan baru mengikuti diskusi sehari kemudian yakni pada Rabu.
De Mistura pada Kamis mengatakan bahwa diskusi damai kedelapan di Jenewa akan terus berlanjut sampai 15 Desember.
De Mistura mengadakan pertemuan "terpisah tapi bersamaan" pada Kamis dengan pihak delegasi rezim dan oposisi di Jenewa.
"Empat wadah" -- konstitusi, pemerintahan, pemilihan, dan perlawanan terhadap terorisme -- didiskusikan selama diskusi tersebut, termasuk isu mengenai tahanan, korban penculikan, dan orang hilang, serta kebutuhan akan akses kemanusiaan di area yang terkepung maupun yang sulit dijangkau, seperti Ghouta Timur.