Muhammad Abdullah Azzam
24 November 2020•Update: 25 November 2020
Ahmet Karaahmet, Mehmet Burak Karacaoglu, Muhammed Temim Hocaoglu
IDLIB, Syria
Seorang gadis kecil Suriah berusia delapan tahun yang kehilangan kakinya berharap bisa mendapatkan perawatan di Turki dan bisa berjalan kembali.
Fatma Nasuh kehilangan kakinya ketika dia baru berusia 3 tahun dan berjalan dengan kruk sejak saat itu.
Dia berjalan tiga kilometer dengan kruk setiap hari untuk pergi ke sekolah dan ingin menjadi dokter anak yang merawat anak-anak yang kehilangan anggota tubuh mereka.
“Datang ke sekolah saat turun hujan atau salju, dia tidak pernah bolos satu hari pun,” kata ibunya, Sirin Nasuh.
Gadis itu kehilangan kakinya dalam serangan udara Rusia di selatan provinsi Aleppo.
Dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tidak sadar, Fatma terbangun dan mengetahui bahwa dirinya kehilangan satu kaki dan saudara laki-lakinya yang berusia dua tahun tewas dalam serangan yang membunuh banyak warga sipil.
Sirin mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa keluarganya memutuskan untuk bermigrasi ke provinsi utara Idlib, setelah serangan rezim di Aleppo meningkat.
Ibu lima anak ini mengaku kesulitan secara keuangan karena suaminya tidak bisa bekerja karena kesehatan yang buruk.