Pizaro Gozali Idrus
29 Januari 2021•Update: 29 Januari 2021
Muhammed Enes Calli
ANKARA
Jepang sedang mengkaji skenario meminimalkan risiko infeksi virus korona dalam penyelenggaraan Olimpiade.
"Pemerintah sedang mempertimbangkan tiga opsi: tidak memberlakukan pembatasan pada penonton, menempatkan batas atas 50 persen dari kapasitas venue atau mengadakan pertandingan secara tertutup, menurut para pejabat," lansir kantor berita Kyodo pada Kamis.
Mantan Perdana Menteri Yoshiro Mori mengatakan para pejabat sedang mengerjakan berbagai simulasi untuk Olimpiade.
"Pada dasarnya, saya tidak berpikir [pertandingan tanpa penonton] adalah sesuatu yang akan terjadi atau sesuatu yang ingin saya lakukan, tetapi itu tidak akan menjadi simulasi kecuali kita memikirkannya," kata Mori kepada wartawan setelah pertemuan dengan Ketua Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach.
Mori menegaskan Olimpiade hanya akan diadakan di tempat yang "aman dan terjamin" dengan sejumlah protokol kesehatan mencegah wabah.
"Jepang dijadwalkan memutuskan hal ini pada akhir musim semi terkait jumlah penonton yang diizinkan di setiap venue dan apakah menerima suporter dari luar negeri," tambah Kyodo.
Olimpiade 2020, yang seharusnya berlangsung pada Juli lalu, termasuk di antara sejumlah acara olahraga yang ditunda di seluruh dunia akibat virus Covid-19.
Olimpiade 2020 dijadwalkan berlangsung di Tokyo dari 23 Juli - 8 Agustus 2021 diikuti oleh Paralimpiade pada 24 Agustus - 5 September.