Muhammad Abdullah Azzam
17 Januari 2019•Update: 17 Januari 2019
Tufan Aktaş
ADDIS ABABA
Korban tewas akibat serangan teror pada Selasa sore di sebuah hotel di Nairobi, ibu kota Kenya kini menjadi 21 orang.
Polisi Kenya mengungkapkan dalam sebuah pernyataan tertulisnya, serangan kelompok teroris Al Shabab di hotel "DusitD2" di daerah Westland menewaskan setidaknya 16 warga Kenya, satu Inggris, satu Amerika Serikat dan tiga warga Afrika lainnya yang belum diketahui asal negaranya.
Seorang petugas polisi juga tewas dalam baku tembak dengan anggota Al Shabab. Sebanyak 28 orang yang menderita luka-luka telah dirujuk ke rumah sakit sekitar.
Pihak berwenang melaporkan berhasil melumpuhkan semua teroris yang membawa senjata tajam tersebut. Para penyerang semuanya berhasil dikalahkan setelah berupaya selama sekitar 20 jam.
Saksi mata mengatakan, serangan teror tersebut berawal dari sebuah ledakan, kemudian terdengar suara tembakan, lantas terjadi bentrokan antara anggota Al Shabab dengan pasukan keamanan.
Setelah penyerangan itu, polisi segera melakukan operasi di dalam dan sekitar hotel untuk melumpuhkan para penyerang yang menurut saksi mata berjumlah enam orang.
Kepala Polisi Kenya Joseph Boinnet mengatakan seorang pelaku melancarkan serangan bom bunuh diri di ruang tunggu hotel, sedangkan penyerang lainnya menyergap hotel tersebut dengan senjata tajam.
Selain itu, polisi telah meledakkan secara terkontrol sebuah kendaraan berisi bom di dalamnya.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan bahwa beberapa mobil yang diparkir di depan hotel terbakar dan warga sipil berusaha melarikan diri dari hotel.
Serangan teror tersebut bertepatan dengan peringatan serangan di pangkalan militer Kenya di Somalia pada 2016 lalu, insiden itu menewaskan sekitar 150 tentara.