Muhammad Abdullah Azzam
16 Februari 2021•Update: 16 Februari 2021
Gokhan Varan
ANKARA
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada Senin membahas semua aspek hubungan bilateral via telepon, menurut sumber diplomatik.
Cavusoglu memberi selamat kepada Menlu AS Antony Blinken atas postingan barunya, kata sumber tersebut, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena pembatasan berbicara kepada media.
Keduanya juga membahas berbagai masalah termasuk Organisasi Teroris Fetullah (FETO) - kelompok di balik kudeta yang dikalahkan tahun 2016 - kelompok teror YPG/PKK, pembelian sistem rudal S-400 Rusia oleh Turki, isu Suriah, dan Mediterania Timur.
Mereka juga sepakat untuk membahas secara rinci semua agenda dalam beberapa hari mendatang.
Selama pertemuan tersebut, mereka sepakat untuk mengembangkan dialog "terbuka dan tulus" antara Turki dan pemerintahan baru AS berdasarkan rasa saling menghormati, tambah sumber itu.
Pihak Turki juga menyatakan "ketidaknyamanan" atas pernyataan AS tentang pembantaian baru-baru ini oleh kelompok teror PKK.
Jenazah 13 warga Turki yang tewas selama operasi anti-teror Turki di Irak utara sudah ditemukan, menurut Menteri Pertahanan Hulusi Akar pada Minggu.
Pernyataan AS pada Minggu mengatakan, "Jika laporan kematian warga sipil Turki di tangan PKK, sebuah organisasi teroris yang ditunjuk, dikonfirmasi, kami mengutuk tindakan ini sekuat mungkin."
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga mengkritik pernyataan AS terkait pembantaian warga Turki dalam insiden tersebut, dengan mengatakan AS harus berhenti mendukung YPG, cabang teroris PKK di Suriah.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan UE - bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi.