Maria Elisa Hospita
02 Juli 2019•Update: 02 Juli 2019
Mohamed al-Bakay
NOUAKCHOTT, Mauritania
Kandidat presiden Mauritania dari partai berkuasa resmi dinyatakan sebagai pemenang pemilihan presiden bulan lalu.
Dewan Konstitusi negara itu pada Senin mengumumkan bahwa mantan menteri pertahanan Mohamed Ould Ghazouani memenangkan 52 persen suara selama pemilu 22 Juni.
Ould Ghazouani adalah sekutu Presiden Mohamed Ould Abdel Aziz, yang berkuasa setelah kudeta 2008.
Pekan lalu, kandidat oposisi menolak hasil hitung cepat yang mengindikasikan Ghazouani sebagai pemenang pemilu.
"Kami tidak mengakui hasil yang diumumkan oleh komisi pemilihan," tegas Mohammed Ould Mouloud, yang hanya memenangkan 2,44 persen suara.
Dia mengklaim bahwa pemilu itu diwarnai praktik kecurangan.
Menyusul pengumuman hasil pemilu sementara, aksi protes pun meletus di ibu kota, Nouakchott, sehingga otoritas memblokir akses internet.
Meskipun oposisi mengklaim adanya praktik kecurangan, komisi pemilihan menyebut pemilu itu transparan dan sah.