Esref Musa dan Mohamad Misto
03 Maret 2018•Update: 04 Maret 2018
Esref Musa dan Mohamad Misto
GHOUTA TIMUR, Suriah/ANKARA, Turki
Pasukan rezim Suriah membunuh 23 warga sipil di Ghouta Timur, kata Pertahanan Sipil Suriah, Jumat.
Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa serangan darat dan udara rezim Bashar al-Assad terjadi meski ada keputusan untuk melakukan gencatan senjata secara terpisah oleh PBB dan Rusia. Sejak 19 Februari lalu konflik di Ghouta Timur telah menelan 697 korban.
Sabtu lalu, Dewan Keamanan PBB memutuskan resolusi yang menyerukan 30 hari gencatan senjata di Ghouta Timur.
Ghouta Timur yang berada di pinggiran Damaskus terkepung selama lima tahun terakhir. Sehingga tempat tinggal bagi 400.000 orang tersebut tak terakses makanan dan obat-obatan.
Delapan bulan terakhir, pasukan rezim Assad lebih intensif mengepung Ghouta Timur.
Suriah terjebak dalam konflik menghancurkan sejak awal 2011, saat rezim menindak demonstran dengan keganasan tak terduga.Ribuan pasien butuh perawatan.