Rıskı Ramadhan
03 Maret 2018•Update: 04 Maret 2018
Nilay Kar Onum
ISTANBUL
Perdana Menteri Turki Binali Yildirim pada Jumat mengatakan bahwa Operasi Ranting Zaitun yang diluncurkan Turki di Afrin, barat laut Suriah, akan berlanjut hingga kelompok teror di wilayah tersebut benar-benar tumpas.
"Operasi yang dilakukan berdasarkan hukum internasional dan hak-hak kami yang sah ini akan terus berlanjut hingga selesai. Ini bukan soal hari atau tanggal,” kata Yildirim dalam acara wisuda di Universitas Pertahanan Nasional di Istanbul.
Operasi akan berakhir setelah organisasi teror ditumpas dan dilumpuhkan sepenuhnya, kata Yildirim.
Yildirim mengatakan, operasi tersebut juga tidak akan berbatas dengan Afrin, terorisme akan menjadi target di mana pun itu.
"Turki tidak pernah melirik tanah negara mana pun, dan tidak akan pernah melakukannya di masa depan," kata dia.
"Tidak ada negara lain yang sangat mementingkan perdamaian regional dan global seperti Turki."
81 juta rakyat Turki mendukung tentara-tentara yang berada dalam operasi tersebut, kata dia.
Sebanyak 2.295 teroris YPG/PKK-Daesh telah dilumpuhkan sejak diluncurkannya Operasi Ranting Zaitun di Afrin, kata Staf Umum Turki dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat.
Turki pada 20 Januari lalu meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.
Pihak militer juga memastikan bahwa "sangat penting" supaya operasi tidak membahayakan warga sipil.
Afrin menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK ketika rezim Assad di Suriah menyerahkan kota tersebut kepada kelompok teror tanpa pertempuran pada Juli 2012 silam.