Beyza Binnur Dönmez
22 Maret 2023•Update: 27 Maret 2023
JENEWA
Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), badan khusus dari PBB, pada Selasa mengatakan bahwa gempa besar pada 6 Februari di Turkiye menyebabkan kerugian dan kerusakan sebesar USD6,7 miliar pada tanaman, produksi ternak, stok makanan, serta infrastruktur dan aset pertanian.
Perwakilan FAO untuk Turkiye Viorel Gutu mengatakan bahwa sejak gempa bumi, organisasi tersebut telah berada di provinsi yang terkena dampak dan bekerja sama dengan Badan Strategi dan Anggaran serta Kementerian Pertanian dan Kehutanan Turkiye untuk menghitung kerugian.
“Laporan penilaian dampak awal FAO menunjukkan bahwa gempa bumi telah menyebabkan kehancuran yang tak terbayangkan di 11 provinsi, yang berdampak pada 14,6 juta orang,” kata Gutu.
“Sebelas provinsi itu mewakili 20 persen dari produksi pertanian di Turkiye, 15% dari PDB pertaniannya, 18,7% dari ekspor pertanian dan kehutanannya, dan merupakan kontributor signifikan untuk konsumsi dan ekspor domestik,” imbuh dia.
Gutu mengungkapkan bahwa FAO sedang mengembangkan kerangka kerja untuk memprioritaskan kebutuhan dan memberikan dukungan segera di empat provinsi yang paling terkena dampak di Hatay, Adiyaman, Kahramanmaras dan Malatya, serta dua kabupaten di Gaziantep.
Dia mengatakan dalam jangka menengah dan panjang, FAO akan mengalihkan fokusnya dari respons menjadi memelihara, memulihkan, dan meningkatkan sistem pertanian pangan dan mata pencaharian pedesaan secara proaktif.
Untuk mencapai target ini, FAO akan mempromosikan pendekatan inovatif dan berinvestasi dalam teknologi dan pertanian cerdas iklim, tukas dia.