Tuba Şahin
02 September 2021•Update: 04 September 2021
Tuba Sahin
ANKARA
Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mengumumkan pada Kamis bahwa harga pangan dunia bangkit kembali pada Agustus menyusul penurunan dua bulan berturut-turut.
"Indeks Harga Pangan FAO naik 3,1 persen secara bulanan, rata-rata di 127,1 poin pada Agustus," kata badan PBB itu dalam sebuah pernyataan.
Kenaikan kuat pada sub-indeks gula, minyak nabati dan sereal mendorong kenaikan tersebut.
Indeks Harga Pangan FAO adalah indeks tertimbang perdagangan yang melacak harga pasar internasional dari lima kelompok komoditas pangan utama.
Mencerminkan harga minyak sawit, minyak biji rami, dan minyak biji bunga matahari, indeks harga minyak nabati melonjak 6,7 persen dari level terendah pada bulan Juli.
Gula melonjak pada Agustus sebesar 9,6 persen dalam kenaikan bulanan kelima berturut-turut dan mencapai level tertinggi indeks harga sejak Februari 2017.
Kenaikan ini berasal dari kekhawatiran atas kerusakan akibat embun beku pada tanaman di Brasil, negara pengekspor gula terbesar di dunia.
Indeks harga sereal naik 3,4 persen setiap bulan dengan penurunan ekspektasi panen di beberapa negara pengekspor utama.
Indeks harga daging sedikit naik dari bulan Juli, sedangkan indeks harga susu menjadi satu-satunya sub-indeks yang mencatat penurunan di bulan Agustus.