Nicky Aulia Widadio
29 Desember 2018•Update: 31 Desember 2018
Mohamed al-Samei
ADEN, Yemen
Utusan khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffiths, menyambut baik keputusan Presiden Yaman Abdrabbuh Mansur Hadi untuk membayar gaji pegawai negeri sipil di provinsi Al-Hudaydah yang lelah akan konflik di negara itu.
Hadi memerintahkan jajarannya untuk membayar gaji pegawai pemerintah di Al-Hudaydah yang terlambat, termasuk gaji bulan Desember.
"Utusan Khusus PBB menyambut baik keputusan Presiden Hadi yang memerintahkan pembayaran gaji untuk semua pegawai negeri di provinsi Al-Hudaydah," kata Griffiths melalui akun Twitter-nya.
Dia menyebut keputusan Hadi sebagai "langkah penting menuju perbaikan situasi ekonomi dan mengurangi penderitaan rakyat Yaman".
Pada Jumat lalu, Dewan Keamanan PBB sepakat mengadopsi resolusi yang disponsori Inggris Raya, menyetujui penyebaran tim PBB untuk memantau gencatan senjata di Al-Hudaydah yang dimulai sejak awal bulan.
Sebagai rumah bagi sejumlah pelabuhan laut strategis, Al-Hudaydah merupakan jalur kehidupan bagi penduduk sipil Yaman yang terkepung, dengan jumlah besar bantuan kemanusiaan yang masuk secara teratur melalui kota pelabuhan ini.
Yaman dirundung kekerasan dan perselisihan sejak 2014, ketika kelompok pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara itu, termasuk ibu kota Sanaa.
Pada tahun berikutnya, Arab Saudi dan beberapa sekutu Arab meluncurkan kampanye udara besar-besaran di Yaman untuk menggulung kembali keuntungan Houthi dan menopang pemerintah Hadi yang sedang menghadapi perang.
Kampanye yang dipimpin Saudi di Yaman telah menghancurkan banyak infrastruktur dasar negara itu, termasuk sistem kesehatan dan sanitasi, mendorong PBB untuk menggambarkan situasi itu sebagai "salah satu bencana kemanusiaan terburuk di zaman modern".