Maria Elisa Hospita
18 Desember 2019•Update: 19 Desember 2019
Shadi Khan Saif
KABUL, Afghanistan
PBB mengungkapkan bahwa rata-rata sembilan anak terbunuh atau terluka setiap harinya di Afghanistan selama sembilan bulan pertama 2019.
Dalam laporan UNICEF terbaru berjudul "Preserving Hope in Afghanistan", jumlah itu naik 11 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.
"Hal ini disebabkan meningkatnya serangan bom bunuh diri dan baku tembak antara pasukan pro dan antipemerintah," papar UNICEF.
Menurut UNICEF, hampir 6.500 anak-anak tewas dan sekitar 15.000 lainnya luka-luka selama tahun 2009-2018, yang menjadikan Afghanistan sebagai "zona perang paling mematikan di dunia".
"Selain dampak langsung dari kekerasan, keselamatan anak-anak juga terancam bencana alam dan kemiskinan," tambah organisasi itu.
Fakta meresahkan lainnya yang diungkap dalam laporan itu menunjukkan bahwa sebanyak 3,8 juta anak membutuhkan bantuan kemanusiaan, 1 dari 3 anak perempuan menikah sebelum berusia 18 tahun, dan 3,7 juta anak usia sekolah tidak menempuh pendidikan yang layak.
Sementara itu, pemerintah Afghanistan menuding Taliban bertanggung jawab atas 97 persen korban anak-anak di negara itu.
Taliban belum merespons laporan tersebut.