Marıa Elısa Hospıta
09 Januari 2020•Update: 09 Januari 2020
Beyza Binnur Donmez
ANKARA
Pemerintah interim Bolivia yang dipimpin oleh Jeanine Anez mengumumkan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan terhadap sekitar 500 eks pejabat dari pemerintahan yang digulingkan.
Matthias Kutsch, ketua kelompok anti-korupsi Bolivia, Fight Against Corruption, mengatakan bahwa penyelidikan diluncurkan untuk mendeteksi siapa yang terlibat dalam praktik korupsi selama pemerintahan Evo Morales dan memulihkan aset di luar negeri.
"Sebanyak 592 mantan pejabat yang bertugas selama November 2006 dan 2019 dan anggota keluarga mereka akan diselidiki," kata Kustch saat konferensi pers pada Rabu.
Kekacauan meletus di Bolivia pada Oktober lalu, ketika Morales memenangkan pemilihan presiden untuk keempat kalinya.
Para pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan dan mengklaim pemilu itu diwarnai kecurangan.
Setelah didesak mundur oleh militer, Morales akhirnya mengundurkan diri dan pindah ke Meksiko, yang menawarinya suaka politik.
Setelah itu, Senator Anez mendeklarasikan dirinya sebagai presiden sementara.
Bolivia akan menggelar pemilihan presiden pada 3 Mei mendatang.
Morales tidak bisa mencalonkan diri karena sudah mencapai batas konstitusional dua masa jabatan.