Muhammad Abdullah Azzam
06 Maret 2019•Update: 06 Maret 2019
Lokman İlhan
CARACAS
Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyerukan kepada para pendukungnya untuk turun ke jalanan guna mengadakan aksi solidaritas yang besar pada Sabtu besok.
Seruan Maduro tersebut sebagai tanggapan terhadap seruan turun ke jalan oleh Ketua Majelis Nasional Juan Guaido kepada para pendukung kubu oposisi.
Maduro menyampaikan hal tersebut saat berpidato di acara mengenang wafatnya mantan Presiden Hugo Chavez yang ke-6 di ibu kota Caracas.
Maduro mengungkapkan bahwa mantan Presiden AS Barack Obama menandatangani sebuah dekrit presiden pada 9 Maret 2015, yang menganggap Venezuela sebagai ancaman nasional bagi Amerika Serikat.
Maduro berseru bahwa pada tanggal 9 Maret nanti adalah "Hari Anti Imperialis Bolivarian".
"Kami akan turun ke jalanan pada hari Sabtu," seru dia.
Maduro juga menyerukan kepada masyarakat agar turun ke jalanan saat merayakan Hari Perempuan pada Jumat besok.
Presiden Maduro mengungkapkan dirinya akan membuat pernyataan penting pada hari tersebut.
Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido yang menyeberang ke wilayah Kolombia pada 22 Februari lalu, kini dia dikabarkan telah kembali ke negaranya Venezuela setelah 11 hari kemudian.
Guaido meninggalkan negaranya sehari sebelum upaya pemasukan "bantuan kemanusiaan" Amerika Serikat (AS) yang dikirim melalui Kolombia ke Venezuela.
"Kami masuk ke Venezuela sebagai individu bebas, dan tidak ada yang bisa mengatakan sebaliknya," ungkap Ketua Majelis Nasional, Guaido dalam sebuah pernyataan di akun media sosialnya.
Setelah bertolak ke Kolombia, Guaido juga mengunjungi Brasil, Argentina, Paraguay dan Ekuador, negara-negara yang memberikan dukungan terhadap dirinya.
Pada 22 Februari, Venezuela menutup perbatasannya dengan Kolombia dan memutuskan hubungan diplomatik dengan negara tetangganya itu.
Sementara itu, Presiden Nicolas Maduro mengatakan Venezuela tidak memerlukan bantuan yang dikirim oleh Amerika Serikat dan sekutunya.
Di hari berikutnya, sedikitnya empat orang terbunuh dan 200 lainnya luka-luka selama aksi protes anti-pemerintah di Venezuela. Sebanyak 51 orang juga ditangkap ketika bentrok dengan pasukan keamanan di perbatasan Kolombia.
Venezuela telah diguncang gelombang protes sejak 10 Januari, ketika Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua.
Ketegangan pun meningkat saat Guaido, yang memimpin Majelis Nasional Venezuela, menyatakan dirinya sebagai presiden pada 23 Januari, suatu langkah yang didukung oleh AS dan banyak negara Eropa dan Amerika Latin.
Sementara itu, Turki, Rusia, Iran, Kuba, Cina dan Bolivia telah menyatakan dukungan untuk Maduro.