Dwi Nur Arry Andhika Muchtar
16 September 2018•Update: 16 September 2018
Mehmet Yilmaz
PRAHA
Perdana Menteri Ceko Andrej Babis menerima kritikan karena ucapannya terkait anak yatim-piatu Suriah di sebuah wawancara surat kabar pada Sabtu.
Dikutip perkataan Babis di sebuah wawancara yang diterbitkan oleh surat kabar Pravo: "Mengapa kita harus menerima anak yatim-piatu Suriah? Ada banyak anak yatim-piatu, bahkan di Republik Ceko dan kita harus mengurus mereka semua. Mengapa kita harus memperhatikan anak yatim-piatu Suriah?"
Wawancara tersebut juga diterbitkan di website Novinsky.cz, dengan judul "Babis: Republik Ceko tidak akan menerima satupun pengungsi".
Menteri Dalam Negeri Ceko dan PLT Kementerian Luar Negeri Jan Hamacek mengkritisi Babis di Twitter, dengan mengatakan: "Tentu, sebagai negeri kuat dengan populasi 10 juta, kita dapat menawarkan rumah baru bagi 50 anak yang kehilangan orang tua mereka di Suriah."
Hamack juga mengingatkan bahwa Republik Ceko mendonasikan lebih dari 200 juta Ceko Koronas (US$ 9,1 Juta) untuk membeli kapal patroli yang diberikan kepada Penjaga Pantai Libya.
Babis, dalam sebuah wawancara, mengatakan dia telah menawarkan sebuah perlawanan kepada migrasi di Uni Eropa dan "mendapatkan 75 miliar euro dalam anggaran biaya di Eropa".
"Kita perlu memberikan lebih banyak uang kepada Yunani, Italia, Malta dan Spanyol untuk mengawasi perbatasan, untuk mengatasi area Schengen dan situasi di Libya; kita harus mencapai kesepakatan dengan Afrika Utara dengan Turki dan mempersiapkan Marshall Plan untuk Afrika dan Suriah," ujar dia.