Chandni
20 Februari 2018•Update: 20 Februari 2018
Magdalene Mukami
NAIROBI, Kenya
Kenya pada Senin malam mencegah dua politisi oposisi yang hendak pergi ke Harare, Zimbabwe untuk bertemu pemimpin oposisi Raila Odinga yang menghadiri pemakaman mantan presiden Zimbabwe Morgan Tsvangirai, kata pihak imigrasi Kenya.
Direktur Imigrasi Gordon Kihalangwa membela keputusan itu dan mengatakan departemennya hanya mematuhi perintah pengadilan.
Insiden ini datang menyusul langkah pemerintah yang mencabut paspor dua figur oposisi, walaupun pihak yudisial Kenya mengatakan tindakan itu ilegal.
"Kemarin malam, pada 19 Februari sekitar pukul 21.30 waktu setempat, James Orengo dan Jimi Wanjigi dijadwalkan terbang ke Harare, Zimbabwe, namun paspor keduanya dicabut secara sah dan pencabutan itu masih berlaku ketika keduanya tiba di bandara," terang Kihalangwa.
Dia mengatakan mendapatkan informasi dari media mengenai perintah pengadilan yang membolehkan kedua pria itu bebas ke luar negeri.
"Direktur Layanan Imigrasi dan departemen kami tidak menerima perintah itu secara hukum," kata dia.
Kihalangwa juga mengatakan otoritas bandara meminta kedua politisi untuk menunjukkan surat bukti pengadilan namun mereka gagal melakukan itu.
"Jadi kami tidak bisa membolehkan mereka melanjutkan perjalanan ke luar negeri," lanjutnya.