Maria Elisa Hospita
14 Maret 2019•Update: 15 Maret 2019
Andrew Wasike
NAIROBI, Kenya
Emmanuel Macron menjadi presiden Prancis pertama yang mengunjungi Kenya sejak negara Afrika itu merdeka.
Kedatangan Macron pada Rabu disambut oleh Presiden Kenya Uhuru Kenyatta di State House Nairobi.
"Saya sangat senang dan bangga bisa berada di sini bersama Anda dan delegasi. Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan Kenya dalam berbagai isu, termasuk keamanan, antiterorisme, dan agenda regional," ujar Macron saat konferensi pers bersama dengan Kenyatta.
Kedua presiden juga menandatangani perjanjian bilateral untuk meningkatkan hubungan antar negara mereka.
"Kami ingin menjalin kemitraan baru dalam perekonomian dan kami baru saja menandatangani perjanjian. Besok pagi kami akan menandatangani serangkaian perjanjian baru untuk mengembangkan kemitraan publik dan swasta," jelas presiden Prancis itu.
Sementara itu, Kenyatta mengatakan bahwa Prancis akan membangun jalur kereta yang menghubungkan bandara terbesar Kenya dengan Capital Central Business District.
“Sistem kereta perkotaan yang berfungsi dengan baik dan Bus Rapid Transit System (BRT) di kota-kota kami, dan khususnya di Nairobi, akan mengubah kehidupan jutaan penduduk kota, serta menjadikan Nairobi sebagai pengalaman yang luar biasa bagi para wisatawan,” kata Kenyatta.
Macron dan Kenyatta akan membuka sesi Majelis Lingkungan PBB tingkat tinggi pada Kamis.