Muhammad Abdullah Azzam
15 November 2022•Update: 30 November 2022
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Selasa melakukan pertemuan tatap muka di Bali untuk membahas isu bilateral dan regional.
Pertemuan itu dilakukan di sela-sela KTT G-20 di Bali.
Presiden Biden juga mengatakan bahwa pemerintahnya akan terus mendukung kemungkinan penjualan jet tempur F-16 ke Turki.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan tertutup antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Biden di sela-sela KTT G-20 di Bali, di mana mereka membahas hubungan bilateral, khususnya masalah perdagangan dan keamanan, serta perkembangan regional, menurut pernyataan Direktorat Komunikasi Turki.
Biden berterima kasih kepada Erdogan atas upayanya untuk membantu menghilangkan hambatan dalam kesepakatan biji-bijian Istanbul dan memediasikan kelancaran ekspor gandum dari pelabuhan Ukraina, kata pernyataan itu.
Presiden AS juga mengatakan bahwa Turki adalah "aktor penting" dalam proses aksesi Swedia di NATO, tambah pernyataan tersebut.
Selain itu, Biden menyampaikan belasungkawa kepada Erdogan atas serangan teror mematikan pada Minggu kemarin di Istanbul.
Sedikitnya enam orang tewas dan 81 lainnya luka-luka dalam ledakan bom hari Minggu, yang dikonfirmasi pemerintah Turki dilakukan oleh kelompok teror YPG/PKK.
Hubungan kedua negara telah tegang dalam beberapa tahun terakhir karena dukungan yang diberikan AS kepada kelompok teroris YPG/PKK di Suriah, keengganannya untuk mengekstradisi pemimpin Organisasi Teroris Fetullah (FETO), ketidaksepahaman kedua negara atas pembelian sistem pertahanan udara Rusia S- 400 oleh Turki, dan sanksi Washington terhadap Ankara.
AS mengatakan pihaknya bekerja sama dengan YPG/PKK di utara Suriah untuk memerangi kelompok teroris Daesh/ISIS, tetapi para pejabat Turki mengatakan bahwa tidak masuk akal menggunakan satu kelompok teroris untuk memerangi yang lainnya.