Maria Elisa Hospita
20 Maret 2018•Update: 20 Maret 2018
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Rusia menggagalkan sebuah pertemuan Dewan Keamanan PBB (DK PBB) yang bertujuan untuk membahas pelanggaran hak asasi manusia di Suriah.
Pertemuan yang rencananya akan dipimpin oleh Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Zeid Ra'ad al-Hussein itu, digagalkan oleh Rusia, Tiongkok, dan negara-negara lain yang menganggap bahwa DK ditugaskan untuk memastikan perdamaian dan keamanan internasional, bukan membahas masalah HAM.
Rusia mengadakan pemungutan suara di mana delapan negara mendukung pelaksanaan rapat, sementara empat negara (Rusia, Tiongkok, Kazakhstan dan Bolivia) menyatakan tidak setuju, dan tiga lainnya memilih abstain.
Sesuai peraturan dewan yang memerlukan setidaknya sembilan suara "ya", rapat akhirnya dibatalkan. Anggota dewan kemudian memilih untuk mengadakan pertemuan informal.
Sebelumnya, pada Senin, sebuah surat dilayangkan untuk seluruh 15 anggota DK yang menyatakan keprihatinan besar atas kegagalan resolusi gencatan senjata di seluruh penjuru Suriah.
Surat tersebut ditandatangani oleh Prancis, Kuwait, Swedia, Peru, Polandia, Amerika Serikat, Inggris dan Belanda.
Bulan lalu, Rusia juga menentang usulan DK PBB yang menyerukan gencatan senjata kemanusiaan selama satu bulan di Ghouta Timur, daerah pinggiran Damaskus yang dikepung oleh pasukan rezim Bashar al-Assad.
Perwakilan Permanen Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia menyebut usulan tersebut "tidak realistis" dan mengklaim bahwa "ribuan teroris" masih berada di Ghouta Timur dan perjuangan melawan terorisme akan terus berlanjut.