Marıa Elısa Hospıta
16 Januari 2020•Update: 19 Januari 2020
James Tasamba
KIGALI, Rwanda
Rwanda meluncurkan kampanye untuk mengumpulkan satu juta ponsel pintar (smartphone) yang akan disalurkan ke warga yang hidup kekurangan di seluruh penjuru negeri.
Kampanye "Connect Rwanda" yang akan berlangsung hingga Maret 2020, bertujuan menambah jumlah smartphone yang sejauh ini masih di bawah 20 persen.
Menurut data Kementerian Komunikasi dan Inovasi, dari 10 juta warga Rwanda yang memiliki ponsel, hanya sekitar 1,6 juta dari mereka yang menggunakan smartphone.
"Sejauh ini, 79,8 persen warga Rwanda berponsel, tetapi hanya 14,6 persen yang punya smartphone," ungkap Menteri Komunikasi dan Inovasi Rwanda Paula Ingabire kepada Anadolu Agency pada Rabu.
Ingabire menekankan bahwa kepemilikan smartphone akan memudahkan warga Rwanda dalam mengakses informasi dari internet.
Hingga saat ini, sekitar 40.000 smartphone terkumpul sejak kampanye itu diluncurkan akhir tahun lalu.
Presiden Paul Kagame merespons kampanye itu dengan menjanjikan 1.500 ponsel pintar.
“Ponsel pintar seharusnya tak dianggap sebagai barang mewah. Kami mengupayakan agar ponsel pintar dapat dijadikan sebagai alat sehari-hari yang memungkinkan semua warga Rwanda memenuhi potensi mereka," cuit Kagame baru-baru ini.
Selain smartphone, kementerian juga menjanjikan kartu SIM gratis dengan gigabyte data selama tiga bulan dan diskon bundel data hingga 50 persen selama 12 bulan pertama.
“Semua orang dipersilakan untuk berdonasi, baik dalam bentuk smartphone maupun uang tunai," tambah kementerian.
Pemerintah Rwanda berambisi untuk memajukan literasi digital untuk kalangan usia 16-30 tahun pada 2024.