Rhany Chairunissa Rufinaldo
25 Juni 2020•Update: 25 Juni 2020
Michael Hernandez
WASHINGTON
Senator Amerika Serikat Lindsey Graham mengatakan perjanjian perdagangan bebas antara AS dan Turki akan meningkatkan hubungan bilateral dan kerja sama jalur cepat di Afrika.
Berbicara kepada Dewan Bisnis Turki-AS selama diskusi panel virtual pada Rabu, Graham mengatakan dia berpikir prinsip utama hubungan adalah perjanjian perdagangan bebas.
"Jika Anda bertanya kepada saya apa satu hal yang bisa dilakukan Amerika Serikat dan Turki untuk mengubah hubungan menjadi lebih baik, itu adalah perjanjian perdagangan bebas," ujar senator Partai Republik itu.
"Tidak hanya bercita-cita memiliki lebih banyak perdagangan untuk mencapai USD100 miliar, tetapi sebenarnya mengintegrasikan ekonomi melalui perjanjian perdagangan bebas."
Dia mencatat, bahwa kedua negara harus mengatasi serangkaian hambatan luar biasa seperti akuisisi Turki atas sistem anti-pesawat Rusia S-400, keputusan pembalasan Washington untuk melarang Turki dari program F-35 dan Serbuan Turki ke Suriah.
Graham kemungkinan merujuk pada operasi Turki yang sedang berlangsung di timur laut Suriah, menekankan bahwa sementara Turki layak mendapatkan zona penyangga, AS tidak akan meninggalkan Pasukan Demokratik Suriah, merujuk pada mitra AS di Suriah yang dipimpin oleh YPG, cabang kelompok teror PKK.
"Cara kita melakukannya adalah mengatasi perbedaan-perbedaan kita. Itu tidak bisa dilakukan melalui penggunaan kekuatan militer," ujar dia.
Pemerintahan Trump, kata Graham, sangat tertarik pada pengaturan panggung untuk perjanjian perdagangan bebas, tetapi agar terwujud, AS dan Turki harus menyelesaikan masalah Suriah dan S-400.
"Begitu Anda mulai mengintegrasikan kedua ekonomi secara ekonomi, maka kami akan menjadi mitra yang lebih efektif di Afrika. Tidak ada yang lebih menyenangkan bagi saya selain bermitra dengan Turki untuk menawarkan alternatif dari produk dan pengaruh China di benua Afrika," tutur dia.
Graham mengatakan bahwa setelah pandemi Covid-19, tumbuh keinginan bagi AS untuk mencari alternatif bagi dominasi rantai pasokan berganda China.
Dia mencatat secara khusus bahwa Turki berada dalam posisi yang baik untuk mengimbangi ketergantungan AS pada China dengan menyediakan barang-barang berkualitas lebih baik dengan harga kompetitif.
"Inilah yang akan saya katakan untuk keuntungan Turki: negara itu memiliki aturan ekonomi hukum, orang-orang yang sangat berbakat. Namun, semuanya setara, masih cukup bagus untuk menghasilkan produk di Turki dibandingkan tempat lain di Eropa," tambah dia.