Maria Elisa Hospita
18 April 2018•Update: 19 April 2018
Alex Jensen
SEOUL
Jelang pertemuan puncak antar-Korea yang akan digelar pada 27 April, saat ini Korea Selatan tengah mempertimbangkan untuk mengupayakan perjanjian damai, kata seorang pejabat kepresidenan Seoul, Rabu.
Beberapa jam sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa langkah damai itu akan direstuinya.
"Tentu saja proses ini tidak dapat direalisasikan hanya berdasarkan keinginan kami. Kami harus melibatkan semua negara terkait, termasuk Korea Utara," kata pejabat itu seperti dilansir oleh kantor berita Yonhap.
Seoul dan Pyongyang telah mempertahankan gencatan senjata selama beberapa dekade sejak Perang Korea meletus pada 1950-53, karena perjanjian damai tidak pernah tercapai antara kedua belah pihak - sementara Korea Selatan masih didukung secara militer oleh AS.
Sementara itu, Kepala Kantor Keamanan Nasional Korea Selatan Chung Eui-yong mengatakan, Seoul dan Washington sedang membahas bagaimana menjamin masa depan Korea Utara jika Korea Utara membuat keputusan yang tepat.
Menurut para sekutu, "keputusan yang tepat" berarti Pyongyang menghentikan ambisi program senjata nuklirnya.
Pertemuan puncak antar-Korea pada Jumat depan yang mempertemukan Presiden Korsel Moon Jae-in dan pemimpin Korut Kim Jong-un akan menjadi tatap muka pemimpin antar-Korea pertama setelah satu dekade lebih.
Pertemuan itu akan diikuti oleh pertemuan Kim dan Trump beberapa pekan setelahnya.