Rhany Chairunissa Rufinaldo
25 Februari 2019•Update: 25 Februari 2019
Mohammed Amin
KHARTOUM, Sudan
Sudan melantik wakil presiden pertama yang baru diangkat, perdana menteri dan 15 gubernur negara bagian pada Minggu di tengah protes yang sedang berlangsung di negara itu.
Berbicara pada upacara di istana presiden setelah pelantikan para pejabat, Presiden Omer Al-Bashir mengatakan personil militer adalah pemimpin yang paling cocok untuk mengelola krisis saat ini, merujuk pada para gubernur negara bagian yang baru diangkat.
"Rencana baru reformasi di negara ini membutuhkan kemampuan dan orang-orang khusus untuk mengimplementasikannya," tegas dia.
Bashir juga mengeluarkan dekrit presiden pada Minggu untuk menunjuk Youssef Mystafa Alhawli sebagai menteri keuangan baru.
Sementara itu, ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di kota Omdurman, menolak pengaturan baru yang dibuat oleh Bashir termasuk deklarasi keadaan darurat dan pembubaran pemerintah.
Para demonstran meneriakkan slogan-slogan anti-Bashir dan memintanya untuk mundur.
Pada Jumat, Omar al-Bashir menyatakan keadaan darurat selama satu tahun, membubarkan pemerintah federal dan negara-negara di tengah protes luas yang telah mengguncang negara itu selama lebih dari dua bulan.